Tanggamus MEDIATRINUSA LAMPUNG— Bendahara LSM Trinusa DPC Tanggamus, Suhartono, melayangkan kritik tajam terhadap kinerja dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talang Padang. Pasalnya, pengiriman paket MBG ke SDN 1 Talang Padang kembali terlambat, bahkan disebut-sebut sudah terjadi berulang kali. Jum’at 21/11/25.
Menurut Suhartono, keterlambatan terakhir ia temukan secara tidak sengaja saat menjenguk cucunya di sekolah tersebut.

“Paket MBG baru datang sekitar pukul 10.00 WIB. Itu pun hari Jumat, ketika murid kelas satu sudah bersiap pulang. Bagaimana program penting seperti ini bisa diurus dengan seceroboh itu?” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpunnya, keterlambatan distribusi sudah terjadi hingga beberapa kali, sesuatu yang menurutnya tidak dapat dibenarkan jika penyedia bekerja secara profesional.
“Kalau dapurnya disiplin, ini tidak akan terjadi. Ini bukan soal teknis semata, tapi soal komitmen mereka pada program pemerintah,” ujar Suhartono.
Tak hanya soal ketepatan waktu, Suhartono juga menyoroti perilaku salah satu pengantar paket MBG yang diduga merokok di lingkungan sekolah, sebuah tindakan yang dinilainya sangat tidak pantas. Apakah pihak SPPG tidak pernah memberikan SOP pengantaran paket MBG kepada relawannya.
“Saya melihat sendiri pengemudinya merokok di area sekolah. Bagaimana mungkin orang yang mengantar makanan MBG untuk anak-anak justru memberi contoh buruk, merokok bahkan kurang bersahabat ” katanya geram.
Suhartono mendesak pihak penyedia MBG melakukan evaluasi total agar distribusi tidak kembali mengecewakan. Menurutnya, MBG adalah program strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa SD, sehingga kelalaian dalam pelaksanaannya dapat merusak tujuan program itu sendiri.
“Program ini sangat bermanfaat. Tapi kalau pelaksananya tidak disiplin, program yang bagus pun jadi tampak kacau, untuk memberikan efek jera saya akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, ” ujarnya.
Hingga berita ini dimuat, pihak dapur penyedia MBG di Kecamatan Talang Padang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan maupun laporan mengenai pengemudi yang merokok di lingkungan sekolah. (Tono)














