Menu

Mode Gelap
Pengantar Paket MBG Diduga Merokok di Sekolah, Trinusa: Contoh Buruk untuk Siswa SD Kejahatan Laut Tak Terbendung: Mesin Dicuri, CCTV Dirusak — Nelayan Pertanyakan Kinerja APH Diduga Memiliki “Ilmu Kebal”, Pekerja Proyek SMP Islam Kebumen Abaikan SOP K3 TEGAKKAN BUDAYA ANTI KORUPSI KEPADA MASYARAKAT KEJATI JABAR GELAR KAMPANYE ANTI KORUPSI Penyaluran BLT DD-2025 di Pekon Way Harong Berjalan Lancar dan Transparan Kesintisiz bahis: Rokubet hangi yöntemle tüm kıtalardan katılımcıları birleştiriyor?

Tanggamus

Diduga Memiliki “Ilmu Kebal”, Pekerja Proyek SMP Islam Kebumen Abaikan SOP K3

badge-check


					Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Tanggamus MEDIATRINUSA LAMPUNG– Setiap pekerjaan konstruksi, baik swasta maupun proyek pemerintah, wajib menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menjamin keselamatan para pekerja. Namun, penerapan SOP K3 tersebut diduga belum optimal dalam pekerjaan proyek di SMP Islam Kebumen, Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan, sepatu khusus proyek, atau rompi reflektif karena mungkin memiliki “ilmu kebal”. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait minimnya pengawasan terhadap aspek keselamatan kerja.

Kurangnya penerapan K3 dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih pada pekerjaan konstruksi yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai pihak yang bertanggung jawab, apakah pelaksana proyek yang kurang melakukan pengawasan atau para pekerja yang kurang memahami pentingnya prosedur keselamatan.

Ketua LSM Trinusa DPC Tanggamus, Nuril Asikin, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, teguran resmi maupun lisan perlu diberikan kepada pihak terkait agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pihak pelaksana maupun pekerja seharusnya mematuhi standar K3 selama proses pembangunan berlangsung. Jangan sampai perhatian terhadap SOP K3 baru muncul setelah terjadi insiden yang merugikan,” ujar Nuril.

Ia menambahkan bahwa keselamatan kerja merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan karena terkait langsung dengan kesejahteraan pekerja dan kualitas hasil pekerjaan. Penerapan SOP K3 yang baik juga dapat mencegah potensi kerugian material maupun korban jiwa.

Nuril berharap pemerintah dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proyek konstruksi di wilayah Tanggamus. Ia menegaskan bahwa K3 bukan sebatas formalitas, tetapi merupakan syarat utama yang harus dipenuhi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bertanggung jawab.

Penerapan K3 yang baik diharapkan dapat menjadi budaya kerja di setiap proyek pembangunan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan kualitas pekerjaan dapat terjaga. Pihak pelaksana proyek juga diminta memberikan sosialisasi dan pengarahan rutin kepada pekerja agar memahami pentingnya keselamatan kerja dan kewajiban penggunaan APD.

Dengan meningkatnya kesadaran semua pihak terhadap keselamatan, proyek pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal, efisien, serta tidak menimbulkan risiko yang membahayakan para pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi proyek. (Nr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengantar Paket MBG Diduga Merokok di Sekolah, Trinusa: Contoh Buruk untuk Siswa SD

21 November 2025 - 07:58 WIB

Kejahatan Laut Tak Terbendung: Mesin Dicuri, CCTV Dirusak — Nelayan Pertanyakan Kinerja APH

16 November 2025 - 10:31 WIB

Penyaluran BLT DD-2025 di Pekon Way Harong Berjalan Lancar dan Transparan

14 November 2025 - 01:17 WIB

Camat Talang Padang Resmikan Lahan Parkir SMANTAP, Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Siswa

10 November 2025 - 04:04 WIB

Lagi dan Lagi Lapas Kotaagung Melakukan Kegiatan Razia Blok Hunian

4 November 2025 - 10:01 WIB

Trending di Tanggamus